"katakan padaku, apakah rasa itu masih ada di hatimu. apakah hanya aku yang ada di fikiranmu siang dan malam. kalau ya terima kasih dan aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini lagi. tapi kalau tidak, aku akan mundur..." katamu..
aq hanya tersenyum membacanya. semudah ini kau untuk mundur? baiklah, mundurlah.
bukan sehari dua hari, bukan pula seminggu dua minggu aku menunggu diammu. diam tanpa ada kepastian apakah ada rasa itu, apakah hanya aku yang ada di benakmu? dan aku tak pernah mengancammu seperti ini, tak pernah mengancam untuk mundur atau untuk lainnya. karena cinta itu letaknya di hati,fadil. bukan di fikiran. dan kata-katamu itu terlalu egois untuk aku terima. maka jika kau memang ingin pergi, pergilah saja.
kamu sangat tau sifatku fadil, sejak kita mulai menyadari rasa selain persahabatan itu, kamu tau bahwa aku begitu pencemburu. kau tau, sangat tau. meski kau selalu bersikap cuek menghadapi sikapku, aku tau kau mempedulikannya. karena aku pun tau sifatmu.
lalu kebodohan apa yang ada di fikiranmu sehingga kamu melakukan kesalahan terfatal itu? ah...aku sudah lelah marah-marah karena hal ini. dan aku hampir tak peduli, apa yang dulu telah kau lakukan. aku lelah meneteskan air mata setiap mengingatnya. aku lelah merasakan ngilu setiap membaca lagi tulisan-tulisanmu tentangnya. tapi aku pun bodoh, buat apa aku membacanya? untuk merasakan ngilu itu lagi?
entahlah fadil. aku tak mengerti apa yang aku inginkan. kadang merasa ingin begitu dekat denganmu, tapi kadang rasa ngilu itu selalu menggangguku. maka jika kamu memang ingin pergi, aku tak akan melarangmu. pergilah jika itu yang kau inginkan. pergilah jika menunggu lukaku karenamu sembuh terlalu menyulitkanmu. pergilah fadil, pergilah.
jika suatu saat nanti aku menyadari perasaanku yang sebenanrnya bahwa hanya kau lah pemilik hati ini dan hatimu telah terkunci rapat untukku, aku tak akan menyesalinya. karena Allah selalu punya rencana atas apa yang terjadi pada kita. selalu.
aq hanya tersenyum membacanya. semudah ini kau untuk mundur? baiklah, mundurlah.
bukan sehari dua hari, bukan pula seminggu dua minggu aku menunggu diammu. diam tanpa ada kepastian apakah ada rasa itu, apakah hanya aku yang ada di benakmu? dan aku tak pernah mengancammu seperti ini, tak pernah mengancam untuk mundur atau untuk lainnya. karena cinta itu letaknya di hati,fadil. bukan di fikiran. dan kata-katamu itu terlalu egois untuk aku terima. maka jika kau memang ingin pergi, pergilah saja.
kamu sangat tau sifatku fadil, sejak kita mulai menyadari rasa selain persahabatan itu, kamu tau bahwa aku begitu pencemburu. kau tau, sangat tau. meski kau selalu bersikap cuek menghadapi sikapku, aku tau kau mempedulikannya. karena aku pun tau sifatmu.
lalu kebodohan apa yang ada di fikiranmu sehingga kamu melakukan kesalahan terfatal itu? ah...aku sudah lelah marah-marah karena hal ini. dan aku hampir tak peduli, apa yang dulu telah kau lakukan. aku lelah meneteskan air mata setiap mengingatnya. aku lelah merasakan ngilu setiap membaca lagi tulisan-tulisanmu tentangnya. tapi aku pun bodoh, buat apa aku membacanya? untuk merasakan ngilu itu lagi?
entahlah fadil. aku tak mengerti apa yang aku inginkan. kadang merasa ingin begitu dekat denganmu, tapi kadang rasa ngilu itu selalu menggangguku. maka jika kamu memang ingin pergi, aku tak akan melarangmu. pergilah jika itu yang kau inginkan. pergilah jika menunggu lukaku karenamu sembuh terlalu menyulitkanmu. pergilah fadil, pergilah.
jika suatu saat nanti aku menyadari perasaanku yang sebenanrnya bahwa hanya kau lah pemilik hati ini dan hatimu telah terkunci rapat untukku, aku tak akan menyesalinya. karena Allah selalu punya rencana atas apa yang terjadi pada kita. selalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar