Dear diary...
Kamu tau aku sekarang lagi ada dimana? Aku lagi ada di bus, yang akan membawaku ke tempat yang jauuuhh yang belum pernah aku kunjungi. Haha...mungkin aku memang nekat, tapi jangan panggil aku senja kalau aku tak senekat ini.
Aku hanya tau kalo aku harus turun di perempatan mall besar di daerah itu. Aku sudah berusaha berkomunikasi dengan pak kondektur bus untuk menurunkanku di sana, haloo...aku sekarang udah cukup dewasa kan untuk pergi-pergi sendiri...? sejak beberapa bulan lalu bahkan aku sudah disebut mahasiswa, aku tak perlu memakai seragam lagi untuk pergi ke sekolah...yeyyy...
Ah...kenapa aku jadi tegang begini? Apa yang harus aku lakukan ketika nanti aku sampai sana? Diam mematung? Senyum? Aduuhh...kenapa aku jadi merasa bodoh? Sejak beberapa hari yang lalu aku sudah mempersiapkan segalanya, apa saja yang harus aku bawa, tak ada yang ketinggalan 1 pun, termasuk kura-kura mungil yang ada di pangkuanku ini, hai kura-kura sayang...apakah kau nyaman di sana? Kamu lucuuuu....
Tapi kenapa aku tak memikirkan apa yang akan terjadi di sana? Aku terlalu sibuk mempersiapkan keberangkatanku, termasuk memesan tiket bus, hhff...aku adalah manusia bodoh, bahkan sejak lama aku sudah tau kalau aku pasti akan mual ketika naik bus, dan sekarang terbukti sudah, mual mual mualllll....apa sebaiknya tidur? Ah tidak...perjalanan ini terlalu indah jika hanya dihabiskan untuk tidur.
Aku sudah mencoba menyanyi sendiri, memikirkan hal-hal lucu, tapi kenapa aku tetap merasa mual diary? Ditambah di sampingku ada bapak-bapak yang merokok, pengamen yang bergantian naik turun dan menyanyikan lagu-lagu dengan asal-asalan, lengkap sudah penderitaanku, benar-benar lengkap. Aarrgghhh...rasanya ingin teriak....
Aku menjadi berfikir, untuk apa aku melakukan ini? Apakah rasa cintaku padanya memang terlalu besar diary?
Aku mungkin menjadi orang yang paling bahagia ketika waktu itu ia memberitahuku bahwa ia diterima kerja, meskipun setelah itu aku harus ditinggalkan beberapa hari olehnya,tidak bisa menghubunginya karena dia harus mengikuti pendidikan kerja, tapi aku tetap sabar menanti smsnya datang setelah lama tak hadir. Aku selalu setia menunggu cerita-ceritanya yang akan selalu saja membuatku tersenyum.
Dia memang spesial diary, sangat spesial. Meskipun terkadang dia menyebalkan, tapi aku tak pernah bisa marah padanya. Aku juga tidak tau apa penyebabnya.
Ah...kenapa jadi ngomongin dia sih? Aku kan lagi cerita soal perjalananku. Mmm...aku tidak tau harus menuliskan apalagi, yang pasti aku bahagia akan bertemu dengannya. Semoga...
20 desember 2008
Dear diary...
Kamu pasti udah menebak ini kan???? Aku bahagiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa diaryyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy... kalau kamu melihat wajahku, pasti yang akan kamu lihat adalah wajah penuh kebahagiaan. Okey, akan aku ceritakan supaya kamu nggak penasaran...
Dia menjemputku, aku sempat tegang ketika sosok itu tiba-tiba hadir di hadapanku. Aku nggak tau harus berbuat apa? Hanya cekikikan dalam hati dan rasanya ingin melompat. Ah diary...aku malu sekali...hihihi...
Aku diam sepanjang perjalanan ke rumahnya, kamu tau? Jantungku terasa sekali detaknya, aku sampai khawatir kalau dia mendengarnya. Apakah aku benar-benar masih remaja? Kenapa sikapku kekanak-kanakan seperti ini? Menyebalkan sekali...
Sampai di rumahnya, tak lama kemudian adik perempuannya pun datang, aku sedikit lega diary...setidaknya ada yang aku ajak bicara,hehe... tapi rupa-rupanya aku pun segera ditinggal masuk lagi sama mereka.
Tak lama, adiknya pun kembali menemuiku dan membawa sebuah kotak. Ketika aku menanyakan isinya, dia menyuruhku membukanya saja. Waaaaaaahhh...sebuah gamis dan jilbab yang cantiiikkk sekali, aku sukaa.... waktu itu aku bingung diary, harus kusembunyikan dimana mukaku ini? Aku pengen senyum terusss....
Dan kamu tau diary? Ibunya juga baik sekali, keluarganya yang lain pun juga baik, aku tidak bisa menceritakan semuanya...aku terlalu lelah dan aku ingin tidur...
Tapi yang harus kamu tau, aku merasa sangat bahagia ketika dia mengantarkanku menaiki bus ini, dan mengatakan “hati-hati...” . aaahh..pokoknya aku senengg senenggg senenggg...
Udah ah diary, aku mau tidur, mbak-mbak di sampingku ini sepertinya baik dan akan membangunkanku ketika aku hampir sampai nanti. Nice day.....
Still 20 desember 2008
Kututup buku merah jambu itu dengan sebuah senyuman, lalu kuelus kotak bersampul bunga-bunga dengan warna orange hijau dan warna dasar kuning yang masih kusimpan hingga kini. Hari ini, 3 tahun lalu.... Apakah aku sudah cukup dewasa untuk mengerti arti cinta...? Entahlah...