Rabu, 21 September 2011

sariawan

hari ini aku benar-benar harus banyak mengalah rupanya. setelah seharian capek mengurusi bermacam persiapan lomba, aku pula yang ditunjuk oleh teman-teman untuk tilawatil qur'an ketika acara perlombaan anak-anak dimulai. dan aku memang dipaksa untuk terpaksa melakukannya. artinya memang tak ada pilihan lain selain mengiyakan paksaan itu.

aku mengomel sendiri dalam hati, kenapa aku sih, kenapa tidak yang lain saja. adi yang biasanya tilawatil qur'an  tidak ada saat rapat siang itu. dan MC sudah harus mencatat siapa yang akan tilawatil qur'an di acara pembukaan nanti, dan di sana akhirnya tertulis namaku, ya ampun!

sepanjang perjalanan pulang dari sekolah aku terus latihan, mengingat-ingat nada yang pernah aku pelajari. dan hasilnya, banyak yang lupa. hhh...aku sampai nggak konsentrasi naik motor, karena lebih konsentrasi mengingat nada-nada yang pernah aku alunkan beberapa tahun lalu, lama sekali tidak latihan.

sampai di kos pun, aku tidak langsung mengganti baju. malah berdiri di depan cermin kemudian kembali mengingat nada-nada itu lagi. ah. ada ayat yang aku ragu apa benar bunyinya seperti itu, aku pun langsung mengambil al qur'an dan memastikan. ah ternyata hafalan surat itu belum terhapus dari ingatanku. aku tinggal membenarkan nada-nada yang kurasa "fals" dan aneh untuk didengarkan. tak jarang aku tertawa sendiri karena nadaku terdengar lucu.

setelah cukup lama melakukan ritual itu di depan kaca dan kurasa cukup lumayan, barulah aku ingat untuk mengganti pakaian dan akhirnya aku buka laptop. ah kenapa kepalaku tiba-tiba berdenyut-denyut ya. tapi aku paksakan untuk tetap membuka laptop. kebetulan sekali ada teman mengobrol, aku langsung nyerocos tentang jengkelku disuruh tilawatil qur'an.

"kamu disuruh tilawatil qur'an???" temanku itu tampak shock.
"iya" aku jawab dengan masih jengkel.
"ya ampun khairaaaaaa...."
??????????????? aku penasaran.
"suaramu...suaramu itu aurot!"
aku sontak kaget. astaghfirullah. dodooolll sekali. kenapa aku tidak memikirkan ini????

ketika dulu aku diminta guru untuk tilawatil qur'an, itu adalah masa kanakku yang kalau didengar siapa pun akan 'aman-aman' saja. tapi aku sekarang uda besar kan? aku hampir 21 tahun. aku lupa, benar-benar lupa! kurasakan kepalaku semakin berdenyut-denyut.

"eh tapi nggak papa sih..." temanku melanjutkan
"nggak papa gimana????" aku makin bingung.
"kamu kan masih anak di bawah umur, jadi nggak papa kayaknya baca tilawatil qur'an, nggak akan ada yang kena efek suara anak kecil"
"what?????" aku justru tertawa mendengar kata-katanya. dasar.

"aku harus gimana neeeyyyhh???" aku bingung.
"cari temanmu yang laki-laki untuk tilawatil qur'an masa nggak ada. udah gitu aja kuq repot."
ah kepalaku makin berdenyut-denyut dan kurasakan sakit juga di mulut, ya ampun jangan-jangan????dan...aaa...benar! aku sariawan! pantas saja sakitnya bukan main, sampai pakai demam segala. kebiasaan buruk, kalo mau sariawan harus ada ritual "nggregesi"nya. akhirnya aku ketiduran meskipun belum menemukan solusi.

ketika bangun aku kaget sekali. jamnya uda mepet dengan acara berlangsung. aku segera bersiap-siap dan buru-buru berangkat. teman-teman udah berkali-kali sms aku untuk segera berangkat, karena aku harus tilawati qur'an maka aku harus berangkat lebih awal. ah tapi badanku lemas sekali mau diajak bangun, kalau tidak ingat amanah itu, aku sudah pastikan akan memilih tidur dan menikmati sakit itu.

tapi keadaan berkata lain dan akhirnya aku pun memaksakan diri untuk berangkat dan dengan sedikit ngebut aku bisa sampai sebelum acara dimulai. aku menunggu di perpustakaan. masih menimbang-nimbang baik dan buruknya, ah membuat kepalaku tambah senut-senut aja. sampai sosok itu datang, Adi datang. aku girang sekali.

dengan langkah gontai aku mengikutinya. aku sampaikan padanya kalau aku sedang tidak enak badan. aku memohon-mohon padanya untuk menggantikanku tilawatil qur'an. dia mengira aku mengada-ada dan mencari alasan saja. aku sampai menunjukkan sariawanku yang baru nongol dan akhirnya dia mau percaya. hhfff...sedikit lega.

aku pun langsung menghubungi MC untuk mengubah namaku menjadi namanya untuk tilawatil qur'an. ternyata nggak sampai di situ, dia pakai acara berubah pikiran berkali-kali. mau tidak mau tidak. ah aku sedikit kesal. ingin memaksakan diri untuk tetap tilawatil qur'an saja daripada ribet. tapi akhirnya dia menyetujui untuk menggantikanku. alhamdulillah.

aku legaaaaa sekali saat dia sudah selesai menjalankan tugasnya, yang berarti tugasku juga telah usai. lega, benar-benar lega. sampai aku dengan tanpa menghiraukan rasa sakit karena sariawan itu untuk melahap makanan dan minuman yang ada di depanku, nikmat sekali.

"terima kasih pahlawan di siang bolong" kata-kataku meledeknya sambil terkekeh.

"katanya sariawan kok makannya habis banyak khaira" adi nyeletuk.
hahahahahahaha aku tertawa dalam hati, iya ya??? sariawannya memang masih sakit, tapi sudah tidak terlalu aku fikirkan. akhirnya aku tahu, bahwa sariawan itu adalah pertolongan Allah untuk menyelamatkanku dari keraguan tentang suaraku yang entah tergolong sebagai aurot atau bukan. bukankah "menolak kemudhorotan lebih diutamakan daripada mengambil manfaat"? entahlah. yang jelas sariawan itu menolongku. terima kasih Allah karena telah menghadirkannya dalam waktu yang tepat. sariawan oh sariawan.

--------dibuat atas permintaan teman,sudah saya penuhi yaaa... ^_^ ---------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar