Rabu, 21 September 2011

mengapa berubah...?

manusia terkadang berubah karena sesuatu hal. begitu juga denganmu, dan juga aku, kita. tak banyak yang kita tau, apa yang akan terjadi nanti. kita pun tak pernah tau, apa rahasia Allah di balik hal-hal yang terjadi pada kita saat ini.

hhh...aku sulit untuk berucap. maaf itu telah sepenuhnya kuberikan untukmu, bahkan sebelum kau meminta. aku pun masih tetap berusaha bersikap sewajarnya padamu sebelum maaf itu datang, memintamu sekedar bertemu ketika kau datang ke kotaku. meski jawabanmu dingin dan membuatku kembali sakit. tapi aku tak pernah membencimu, tak pernah.

bukan aku tak mau membuka hati, tapi aku takut tersakiti. sebut saja aku pengecut yang kalah sebelum bertanding. sebut saja begitu. karena mungkin itu lah keadaanku saat ini. aku pernah bermimpi, dan aku tak pernah lelah untuk mewujudkan mimpi itu, lalu ketika tiba-tiba mimpi itu hilang begitu saja...salahkah bila aku takut untuk bermimpi lagi? salah, ya..mungkin jawabannya adalah salah tapi itulah yang kualami. aku takut untuk bermimpi lagi menjadi satu-satunya ratu di hatimu.

15 tahun menjadi sahabatmu, kau tak pernah membuatku secemburu ini, fadil. kau selalu tak pernah menggubris wanita-wanita 'menyebalkan' yang ingin dekat denganmu. kau selalu menjaga dirimu, hatimu, dan fikiranmu dari wanita lain. tapi yang kau lakukan beberapa waktu lalu berbeda, berbeda sekali.

bagaimana bisa kau menuliskan bagaimana kalian bertemu, bagaimana kalian tertawa bersama di bawah hujan, bagaimana ia menyentuh tanganmu, bagaimana kalian mulai merasakan hangat yang sama di hati kalian. ah...fadiiilll...rasanya aku ingin berteriak bila mengingat itu semua. kau berubah, berubah fadil.

kau yang kukenal bukanlah seperti itu. kau yang mencintai suratur rahman sebagaimana aku mencintainya. kau yang merasa bersalah ketika memboncengku saat kita telah sama-sama dewasa. kau yang tak pernah menyentuh walaupun ujung jilbabku. kau yang aku merasa paling menjagaku meski kita merasakan hangat itu. tapi kenapa ia membuatmu berubah? kenapa engkau membiarkan ia membuatmu berubah? kenapa kau biarkan ia merebut fadilku?

salahkah bila aku marah? salah, tak seharusnya aku marah karena kau bukan milikku. tapi aku sahabatmu yang selalu mencintaimu fadil. yang selalu mendoakanmu agar kau selalu diberi kebaikan, agar kau bahagia meski kita begitu jauh. kenapa kamu? apa yang terjadi padamu hingga kau berubah? apakah dunia yang akan kau jadikan alasan? kau bukanlah yang seperti itu fadil, aku mengenalmu, aku sangat mengenalmu.

kini, aku bahagia kau kembali, tapi luka yang pernah kau beri masih tertanam kuat di hatiku, di fikiranku. dan aku pun tak tau, sudah selesai kah 'urusan' kalian? atau suatu hari nanti, kau akan mengulangi kesalahan yang sama dengannya? hhhh...jahatnya aku yang sulit percaya padamu.

oceans apart day after day, and i slowly go insane. i hear your voice on the line, but it doesn't stop the pain....

fadil...tetaplah di sini, meyakinkanku, bahwa kau adalah sahabat terbaik untukku. bahwa kau benar-benar kembali, bahwa kau tak akan mengulangi kesalahan yang sama. aku akan selalu di sini, untuk kembali mendengar ceritamu, untuk mengobati lelahmu, untuk tertawa bersama denganmu. dan kisah kita, akan kembali kutulis dalam buku berwarna jingga itu. buku yang hampir kubuang setelah mendengar jawabanmu, namun kuurungkan karena aku tau kau akan kembali. dan kini kau kembali.hhh...aku tak tau harus berkata apa.

kau ingat kata yang pernah kau berikan padaku? "i will be your strength..i will give you hope. keeping your faith when it's gone. the one you should call,was standing here all along..." jangan pernah melupakannya lagi fadil,jangan pernah.
dan apa yang akan terjadi nanti, biarlah Ar Rahman yang menunjukkan jalanNya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar